MAENBAL BANDUNG – Persib Bandung kembali tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban per 10 Agustus 2026. Status tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah persiapan Maung Bandung menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
FIFA Registration Ban merupakan sanksi yang berkaitan dengan larangan klub mendaftarkan pemain baru dalam periode tertentu. Dengan adanya status tersebut, aktivitas Persib dalam hal registrasi pemain menjadi salah satu hal yang kembali mendapat sorotan.
Namun, kemunculan nama Persib dalam daftar terbaru FIFA ternyata bukan disebabkan perkara baru pada musim 2026/2027. PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menjelaskan bahwa sanksi tersebut berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022.
Kasus tersebut disebut berkaitan dengan laporan mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Manajemen mengaku baru mengetahui perkembangan keputusan FIFA mengenai perkara tersebut dalam perkembangan terakhir.
“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat.”
Persib kini melakukan penelaahan terhadap dasar keputusan serta posisi kasus tersebut. Manajemen juga menyiapkan langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya.”
Kembalinya Persib ke dalam daftar Registration Ban juga terjadi ketika klub telah melakukan perekrutan sejumlah pemain untuk menghadapi musim 2026/2027. Meski demikian, manajemen memastikan seluruh pemain baru telah diproses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi sesuai ketentuan.
“Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan.”
Status Registration Ban tersebut menjadi pekerjaan yang harus segera ditangani Persib di luar persiapan teknis tim. Maung Bandung sendiri tengah membangun skuad untuk menghadapi agenda kompetisi yang padat pada musim 2026/2027.
Manajemen menegaskan proses penyelesaian kasus akan dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga fokus terhadap agenda utama klub.
“Kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Setiap persoalan perlu dilihat secara objektif, dipelajari secara menyeluruh, kemudian ditentukan langkah berdasarkan skala prioritas. Dengan begitu, kami dapat menyelesaikan apa yang harus diselesaikan tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan utama PERSIB.”
Persib juga menyatakan komitmennya untuk memenuhi regulasi yang berlaku, baik dalam kompetisi domestik maupun internasional. Klub akan terus menindaklanjuti kasus tersebut dan memberikan informasi tambahan apabila terdapat perkembangan yang dapat disampaikan kepada publik.
Dengan demikian, masuknya kembali Persib ke FIFA Registration Ban bukan merupakan perkara baru pada musim ini, melainkan berkaitan dengan kasus yang berasal dari 2022. Penyelesaian persoalan tersebut kini menjadi salah satu agenda manajemen di tengah persiapan Persib menyambut musim 2026/2027.*****

