Foto : Instagram/@persib

MAENBAL BANDUNG – Persib Bandung harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 1-2 dalam laga pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026).

Bermain di hadapan 58.961 penonton, Persib sebenarnya mampu memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan. Namun, keterlambatan dalam menemukan ritme permainan membuat Pangeran Biru harus pulang tanpa poin dari laga klasik tersebut.

Persija membuka keunggulan melalui Alexander Thomas Jaremjeff pada menit ke-42. Persib kemudian baru mampu memberikan respons setelah memasuki babak kedua. Luka Menalo yang masuk pada menit ke-63 menjadi salah satu perubahan penting dalam upaya Persib meningkatkan daya gedor.

Tekanan Persib akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82. Balša Sekulić mencetak gol yang membuat kedudukan berubah menjadi 1-1. Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama.

Persija kembali menemukan celah dan mencetak gol kemenangan melalui Ivan Mamut pada penghujung pertandingan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.

Persib Terlambat Menemukan Permainan

Salah satu persoalan terbesar Persib dalam pertandingan ini adalah bagaimana tim baru terlihat lebih agresif setelah tertinggal.

Statistik pertandingan menunjukkan Persija memang lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Persib. Persija juga unggul dalam total tembakan, yakni 11 berbanding enam, serta tembakan tepat sasaran dengan perbandingan 5-3.

Angka tersebut menggambarkan bahwa Persib cukup kesulitan menghasilkan ancaman konsisten sepanjang pertandingan.

Persib sebenarnya memiliki sejumlah momen untuk menciptakan peluang. Fabio da Silva Calonego dan Thom Haye tercatat menciptakan peluang setelah turun minum. Namun, tekanan tersebut belum cukup untuk membuat pertahanan Persija benar-benar berada dalam situasi sulit.

Baru setelah beberapa pergantian pemain dilakukan, permainan Persib mulai menunjukkan perubahan.

Pergantian Pemain Mengubah Wajah Persib

Igor Tolić melakukan sejumlah perubahan pada babak kedua. Pratama Arhan masuk pada menit ke-56, sementara Luka Menalo dan Ragnar Oratmangoen dimainkan pada menit ke-63.

Dedi Kusnandar juga masuk menggantikan Thom Haye pada menit yang sama. Pergantian tersebut membuat permainan Persib menjadi lebih agresif.

Menalo langsung memberikan pengaruh dengan menciptakan peluang setelah gol Persija. Sementara Ragnar juga memberikan ancaman melalui tembakan yang masih mampu diblok pemain bertahan Persija.

Puncaknya terjadi pada menit ke-82 ketika Balša Sekulić berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Gol tersebut menjadi gambaran bahwa ketika Persib mulai bermain lebih berani dan meningkatkan tekanan, pertahanan Persija bisa ditembus.

Sayangnya, Persib tidak mampu mempertahankan momentum tersebut hingga akhir laga.

Efektivitas Menjadi Masalah

Jika melihat angka pertandingan, Persib sebenarnya tidak kalah jauh dalam beberapa aspek.

Persib mencatat 342 umpan sukses, hanya terpaut dari Persija yang menghasilkan 403 umpan sukses. Bahkan dalam tekel sukses, Persib unggul 19 berbanding 16.

Namun, keunggulan tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya.

Persib hanya menghasilkan enam tembakan sepanjang pertandingan dan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Persija mampu mencatat 11 tembakan dengan lima tepat sasaran.

Ini menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Persib: bagaimana mengubah penguasaan bola dan sirkulasi permainan menjadi serangan yang lebih efektif.

Sekulić Menjadi Sisi Positif

Di tengah kekalahan tersebut, Balša Sekulić tetap memberikan catatan positif.

Penyerang Persib tersebut mampu mencetak gol pada menit ke-82 dan menjaga harapan Pangeran Biru untuk membawa pulang poin dari Jakarta.

Gol tersebut juga menunjukkan pentingnya keberadaan Sekulić di lini depan. Ketika Persib mulai meningkatkan tekanan, ia mampu berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang.

Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Persib dari kekalahan.

Kekalahan yang Harus Segera Dievaluasi

Kekalahan 1-2 dari Persija menjadi hasil yang mengecewakan bagi Persib, terutama karena pertandingan sempat kembali ke kedudukan 1-1.

Persib sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengendalikan pertandingan setelah menyamakan kedudukan. Namun, konsentrasi pada menit-menit akhir kembali menjadi persoalan.

Dari sisi statistik, Persija memang lebih unggul dalam penguasaan bola, jumlah tembakan, tembakan tepat sasaran, dan tendangan sudut. Persib hanya unggul dalam jumlah tekel sukses.

Artinya, persoalan Persib bukan semata-mata mengenai keberanian bertahan atau duel perebutan bola. Pangeran Biru membutuhkan permainan yang lebih konsisten sejak menit awal, terutama ketika menghadapi lawan dengan intensitas dan atmosfer pertandingan seperti Persija.

Kekalahan ini sekaligus menjadi hasil mengecewakan bagi Persib di laga klasik edisi kali ini. Setelah mampu memenangkan pertemuan sebelumnya dengan Persija pada Mei 2026, Pangeran Biru kini harus menerima hasil berbeda di GBK.

Yang paling penting bagi Persib adalah tidak membiarkan kekalahan ini menjadi pola. Sebab, pertandingan di Jakarta memperlihatkan satu hal dengan jelas: ketika Persib mulai bermain lebih agresif, peluang untuk mencetak gol terbuka.

Tantangannya adalah menghadirkan permainan tersebut sejak awal, bukan setelah berada dalam posisi tertinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *