MAENBALBANDUNG.COM – Persib Bandung menunjukkan karakter pantang menyerah saat menghadapi Dewa United pada pekan keempat Super League 2026/27. Sempat tertinggal dua gol pada babak pertama, Maung Bandung bangkit setelah turun minum dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu, 11 Oktober 2026.
Hasil imbang ini menyelamatkan Persib dari kekalahan di kandang sendiri. Namun, di balik keberhasilan mengejar ketertinggalan, ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama dalam menjaga konsentrasi pertahanan dan memaksimalkan peluang untuk membalikkan keadaan.
Babak Pertama: Dominasi Belum Berbuah Gol
Persib mengawali pertandingan dengan mencoba mengambil kendali permainan. Adam Alis, Uilliam Barros, dan Balsa Sekulic beberapa kali terlibat dalam upaya membangun serangan. Thom Haye juga berusaha membuka peluang melalui lini tengah.
Akan tetapi, tekanan yang dibangun Persib belum menghasilkan gol. Sejumlah tembakan berhasil diblok oleh barisan pertahanan Dewa United, sementara peluang yang tercipta belum berujung pada penyelesaian akhir yang efektif.
Dewa United justru mampu memanfaatkan kesempatan dengan lebih baik. Egy Maulana Vikri membawa tim tamu unggul pada menit ke-23. Persib kemudian kembali kebobolan menjelang turun minum melalui Noah Sadaoui pada masa tambahan waktu babak pertama.
Tertinggal 0-2 membuat Persib menghadapi situasi sulit. Maung Bandung harus memperbaiki efektivitas serangan sekaligus menemukan cara untuk menembus pertahanan lawan yang sudah unggul dua gol.
Pergantian Pemain Mengubah Momentum
Pelatih Persib, Igor Tolic, melakukan perubahan saat jeda pertandingan. Marc Klok masuk menggantikan Dedi Kusnandar, sedangkan Berguinho menggantikan Adam Alis.
Perubahan tersebut diikuti peningkatan permainan Persib pada awal babak kedua. Maung Bandung tampil lebih agresif dalam memburu gol dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memperkecil ketertinggalan.
Pada menit ke-51, Balsa Sekulic mencetak gol yang mengubah skor menjadi 1-2. Gol tersebut menghidupkan kembali peluang Persib sekaligus meningkatkan tekanan kepada Dewa United.
Hanya berselang tiga menit, Marc Klok menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-54. Kapten Persib itu langsung memberikan kontribusi setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Dua gol dalam rentang tiga menit menjadi titik balik pertandingan. Persib yang sebelumnya tertinggal dua gol berhasil menghapus keunggulan lawan dalam waktu singkat.
Statistik Menunjukkan Persib Lebih Agresif
Catatan pertandingan resmi I.League memperlihatkan Persib lebih unggul dalam sejumlah aspek permainan. Maung Bandung mencatatkan penguasaan bola 59 persen, berbanding 41 persen milik Dewa United.
Persib juga menghasilkan 16 tembakan, jauh lebih banyak daripada enam tembakan yang dilepaskan tim tamu. Dari jumlah tersebut, Persib mencatatkan lima tembakan tepat sasaran, sedangkan Dewa United menghasilkan dua.
Selain itu, Persib memperoleh tujuh tendangan sudut, sementara Dewa United empat. Catatan tersebut memperlihatkan upaya Persib untuk terus menekan dan mencari gol tambahan setelah kedudukan kembali imbang.
Meski demikian, dominasi statistik tidak cukup untuk mengantarkan Persib meraih kemenangan. Setelah menyamakan kedudukan, Maung Bandung belum berhasil memaksimalkan peluang berikutnya menjadi gol ketiga.
Marc Klok dan Balsa Sekulic Jadi Pembeda
Dua nama patut mendapat perhatian dari pertandingan ini, yakni Balsa Sekulic dan Marc Klok. Keduanya mencetak gol yang membawa Persib kembali ke pertandingan setelah tertinggal 0-2.
Balsa memberikan harapan melalui gol pada menit ke-51. Sementara itu, Klok menunjukkan pentingnya kontribusi pemain pengganti dengan mencetak gol penyama kedudukan hanya beberapa menit setelah masuk lapangan.
Pergantian pada awal babak kedua terbukti memberikan dampak langsung terhadap hasil pertandingan. Persib mampu meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan momentum ketika Dewa United belum sepenuhnya mengatasi tekanan.
Namun, keberhasilan tersebut tetap perlu diikuti kemampuan mempertahankan tekanan hingga akhir laga agar kebangkitan tidak berhenti pada hasil imbang.
Catatan Pertahanan Masih Perlu Diperbaiki
Di balik kebangkitan yang patut diapresiasi, dua gol yang bersarang pada babak pertama menjadi catatan penting bagi Persib. Ketika tim berusaha mengendalikan permainan, kehilangan konsentrasi pada momen krusial dapat membuat seluruh upaya menyerang menjadi lebih berat.
Persib juga perlu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Dengan 16 tembakan dan penguasaan bola mencapai 59 persen, Maung Bandung memiliki cukup banyak kesempatan untuk menciptakan gol tambahan. Namun, hanya dua yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Kondisi ini menunjukkan bahwa produktivitas serangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah peluang, tetapi juga ketepatan mengambil keputusan di area pertahanan lawan.
Kesimpulan: Karakter Kuat, Tiga Poin Masih Terlepas
Hasil 2-2 melawan Dewa United memperlihatkan dua sisi permainan Persib. Di satu sisi, Maung Bandung memiliki daya juang untuk bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menunjukkan respons positif melalui perubahan pada babak kedua.
Di sisi lain, Persib belum mampu menyempurnakan comeback dengan gol kemenangan. Keunggulan dalam penguasaan bola, jumlah tembakan, dan tendangan sudut belum cukup untuk mengamankan tiga poin.
Bagi Persib, kemampuan bangkit merupakan modal penting. Namun, jika ingin menjaga persaingan di papan atas Super League 2026/27, Maung Bandung harus belajar menghindari ketertinggalan lebih awal sekaligus mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan.*****

