Foto : Yulio Arisman/Maenbnal Bandung

MAENBAL BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic menyimpan perhatian khusus soal jadwal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 yang menurutnya membebani kondisi fisik para pemain. Menurut Igor, format turnamen tahun ini membuat resiko pemain cedera meningkat, ini bukan hanya bagi Persib Bandung, namun bagi kontestan lainnya.

Igor membandingkan jumlah pertandingan pada edisi tahun lalu, dimana pada edisi tahun ini, Igor menilai jumlah pertandingan meningkat. Selain para peserta juga harus melewati fase grup, terdapat juga fase semi final hingga final bahkan perebutan tempat ketiga sehingga dirinya menilai kondisi ini memberatkan fisik pemain.

“Tahun lalu kami berada di grup berisi tiga tim ditambah final. Sekarang grup berisi empat tim, lalu ada semifinal, final, dan bahkan pertandingan perebutan tempat ketiga,” ujar Igor.

Menurut Igor, tidak ada pertandingan yang benar-benar dianggap landai dalam turnamen paling bergengsi di Indonesia tersebut, pada kenyataannya, seluruh tim harus bermain dengan intensitas tinggi pada turnamen pramusim ini. Ini dilakukan kontestan demi menjaga gengsi dan memperebutkan hadiah dari pihak penyelenggara.

“Tidak ada pertandingan persahabatan ketika Anda bermain demi gengsi dan ketika Anda bermain demi uang,” ujarnya.

Igor mengatakan, banyaknya pemain yang cedera pada turnamen ini telah membuktikan bahwa jadwal Piala Presiden terlalu padat dan intensif. Igor juga menyebut Persib tak sendirian yang harus kehilangan pemainnya karena masalah kebugaran dalam turnamen ini namun juga terjadi pada tim peserta lainnya.

“Saya melihat di banyak tim lain juga ada pemain yang cedera. Penyerang Arema juga cedera, dan banyak pemain dari tim lain mengalami masalah. Menurut saya ini terlalu intensif untuk awal musim,” katanya lagi.

Kendati menemui sejumlah kendala, Igor menegaskan Persib Bandung tetap menghormati penyelenggaraan Piala Presiden 2026, itu dilakukan dengan menurunkan tim terbaik. Dikatakan Igor, sebenarnya dirinya bisa saja mengistirahatkan sejumlah pemainnya di fase grup, namun itu urung dilakukan dan lebih memilih tampil maksimal untuk menghormati penyelenggaraan turnamen dan para suporter.

“Kami menghormati turnamen dan menghormati para penggemar. Semua tim menurunkan skuad terbaiknya, tetapi nanti kita lihat konsekuensinya ketika liga dan kompetisi Asia dimulai,” jelas Igor. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *