MAENBAL BANDUNG – Persebaya Surabaya merupakan salah satu klub sepakbola yang memiliki rekam jejak panjang di dunia sepakbola Indonesia, berdiri sejak tahun 1927 dan didirikan oleh oleh M. Pamoedji dan Paijo dengan nama awal Soerabaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) dengan maksud memberikan perlawanan terhadap dominiasi klub-klub milik Belanda pada era kolonial.
SEJARAH SINGKAT
SIVB kala itu juga menjadi salah satu pelopor berdirinya PSSI pada tahun 1930, suatu organisasi yang menjadi wadah sepakbola Indonesia yang kini kita lihat, catatan ini semakin mengkokohkan bahwa Persebaya berdiri tak hanya menjadi sebuah klub semata, melainkan juga turut membangun pondasi dalam sepakbola nasional.
Pada tahun 1941, SIVB menjadi juara kompetisi perserikatan, hingga sampailah pada tahun 1943, SIVB resmi mengganti namanya menjadi Persebaya dan sukses kembali meraih gelar juara di era perserikatan pada tahun 1950, 1951, 1952, 1975, dan 1987.
ERA LIGA INDONESIA
Masuk ke periode tahun 90-an, Persebaya turut menjelma menjadi klub yang diperhitungkan, pada masanya klub dengan julukan Bajul Ijo tersebut menjuarai Liga Indonesia pada musim 1996/1997 dan 2004. Namun setelah itu perjalanan klub kebanggaan Bonek tersebut tak berjalan mulus, bahkan pada medio tahun 2010, klub asal Jawa Timur itu mengalami masa kelamnya karena terjadi dualisme.
Era ini mungkin menjadi sebuah sejarah yang mungkin akan terkenang namun tidak untuk diulang, pasalnya para suporter fanatiknya, Bonek Mania, yang kala itu ikut memperjuangkan Persebaya agar berhasil keluar dari bayang dualisme.
ERA KEBANGKITAN
Persebaya pun mulai bangkit setelah lolos dari dualisme dengan bermain di kompetisi Liga 2, dari sini lah cahaya terang mulai menyinari klub kota Surabaya itu, Persebaya berhasil keluar menjadi juara Liga 2 pada tahun 2017 dan berhasil kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia pada tahun 2018 hingga hari ini.
Perjalanan Persebaya di kasta tertinggi pun dimulai hingga hari ini dan ikut meramaikan peta persaingan pada setiap musimnya. Pada tahun 2019, Persebaya tampil di partai final Piala Presiden, namun sayang mereka harus mengakui keunggulan Arema FC saat itu yang berhasil keluar sebagai juara dan Persebaya harus puas duduk sebagai runner-up, gelar juara pun masih belum berpihak pada tim yang berkostum hijau tersebut.
Kejayaan di Piala Presiden 2026
Hingga pada akhirnya di tahun 2026 ini, Persebaya Surabaya kembali menjadi kontestan Piala Presiden dan menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup dengan kemenangan, bahkan pada babak semifinal, tim yang kini dipimpin oleh Bernardo Tavares itu berhasil mengalahkan juara bertahan Piala Presiden tahun lalu, Port FC dengan skor yang meyakinkan 2-1 sehingga maju ke babak final dan bertemu dengan Persib Bandung.
Dalam partai puncak yang syarat akan drama tersebut, Persebaya mengakhiri pertandingan dengan skor sama kuat 1-1, Ramadan Sananta menjadi penyumbang gol dalam laga tersebut. Persib Bandung pun dengan statusnya sebagai peraih gelar Liga Indonesia terbanyak saat ini pun tak mau kalah begitu saja dan terus melakukan perlawanan di babak perpanjangan waktu yang hingga usai tidak merubah skor sehingga harus dilanjutkan dengan adu penalti.
Dan pada akhirnya Bajul Ijo menang dramatis 6-5 atas Persib Bandung lewat babak adu penalti, medali pun kembali tersemat di leher para pemain Persebaya, sekaligus kembali menghadirkan trofi di kota Pahlawan. Momen ini tentu menjadi berakhirnya penantian panjang sekaligus pelepas dahaga akan gelar yang sudah lama dinantikan Bonek sebagai suporter militan mereka.
Perjalanan Persebaya bukan sekadar tentang trofi dan pertandingan, melainkan gambaran dari jiwa pantang menyerah khas Kota Pahlawan. Dari masa kejayaan, keterpurukan, hingga kembali bangkit dengan penuh kebanggaan, Bajul Ijo menunjukkan bahwa semangat perjuangan tak pernah padam. ***

