MAENBAL BANDUNG – Persib menghadapi tantangan besar di luar lapangan pada musim 2026/2027. Selain harus tampil di berbagai kompetisi, Maung Bandung juga dihadapkan pada rangkaian pertandingan dengan waktu pemulihan yang terbatas, termasuk ketika harus menjalani perjalanan jauh untuk laga tandang.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, menjadi salah satu pihak yang menaruh perhatian terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, jadwal yang terlalu rapat berpotensi meningkatkan beban fisik pemain, terutama risiko mengalami cedera.
Kekhawatiran itu berkaitan dengan agenda Persib setelah menjalani pertandingan di Korea Selatan. Skuad kemudian harus melanjutkan perjalanan menuju Jepara untuk pertandingan berikutnya tanpa lebih dulu kembali ke Bandung.
“Nah, ini yang yang pak kita sangat padat ini ya. Saya yang dikhawatirkan cederanya itu ya. Tapi mudah-mudahan tidak ada ya,” kata Umuh.
Menurut Umuh, perjalanan lintas negara sebelum kembali bertanding tentu membutuhkan energi besar dari para pemain. Situasinya menjadi lebih berat karena rombongan Persib tidak memiliki kesempatan untuk pulang terlebih dahulu ke Bandung sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jepara.
“Habis kan kita nanti pulang dari Korea kan langsung juga ke Jepara ya, jadi tidak pulang dulu ke Bandung gitu kan. Nah, ini juga sangat capek ya, sangat lelah gitu,” ujarnya.
Karena itu, Umuh berharap pengaturan jadwal dapat memberikan waktu pemulihan yang lebih memadai bagi Persib. Ia menyarankan agar tersedia tambahan jeda setelah tim menyelesaikan pertandingan yang membutuhkan perjalanan jauh.
“Ya harusnya ada jeda lah, minimal satu hari lagi, dua hari lagi. Ya diatur, PSSI harusnya bisa mengatur seperti itu,” tutur Umuh.
Bagi Umuh, persoalan pemulihan bukan sekadar mengenai kenyamanan pemain. Kondisi fisik harus menjadi perhatian serius karena Persib juga menjalankan agenda di kompetisi Asia dan membawa nama Indonesia ketika bertanding di level internasional.
Ia menilai jarak pertandingan yang terlalu dekat, terlebih setelah perjalanan panjang, dapat memberikan dampak terhadap kesiapan pemain.
“Jadi kan itu pun juga kan tidak bagus ya kalau ada pertandingan-pertandingan cuma dua hari, apalagi ini kita kan membawa nama Indonesia,” katanya.
Dengan agenda kompetisi yang semakin padat, pengelolaan kebugaran dan waktu pemulihan akan menjadi salah satu faktor penting bagi Persib. Maung Bandung membutuhkan kondisi skuad yang optimal agar mampu menjaga performa di tengah tuntutan pertandingan domestik dan Asia.*****

