MAENBAL BANDUNG – Igor Tolic memahami bahwa setiap keputusan yang diambilnya sebagai pelatih Persib memiliki risiko. Karena itu, ia menegaskan tidak akan menghindar dari tanggung jawab apabila kebijakan yang diterapkan bersama tim nantinya tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Hal tersebut berkaitan dengan berbagai keputusan yang diambil dalam menyusun komposisi Persib untuk musim 2026/2027. Igor mengatakan, setiap langkah telah dibicarakan bersama jajaran manajemen dengan tujuan menemukan pilihan yang paling sesuai bagi kebutuhan tim.
“Dalam keputusan-keputusan ini, saya yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Saya mendapat dukungan dari Glenn (Sugita, CEO PT PBB), dari Haji (Umuh Muchtar), dari Stanley (Bernard), dan semua orang untuk mengambil keputusan,” kata Igor.
Pelatih asal Serbia itu juga tidak menganggap seluruh keputusan yang dibuatnya pasti akan berakhir tepat. Menurutnya, efektivitas sebuah kebijakan baru dapat diketahui setelah diterapkan dalam pertandingan dan menghasilkan data yang bisa dianalisis.
Bagi Igor, kesalahan bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya dalam proses membangun tim. Justru dari kesalahan tersebut, seorang pelatih dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan kemudian mengembangkan pendekatan yang lebih baik.
“Kesalahan, analisis, dan perbaikan adalah satu-satunya cara. Jadi kamu melewati sesuatu untuk pertama kalinya, kamu memikirkannya, kamu melakukannya, kamu membuat kesalahan atau kamu melakukannya dengan baik, kamu menganalisis, kamu berkembang, dan kamu naik ke tingkat berikutnya,” ujarnya.
Igor juga menyadari bahwa posisi pelatih selalu memiliki konsekuensi. Dalam sepak bola, pergantian pelatih merupakan bagian yang lumrah ketika hasil atau kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan harapan klub.
Karena itu, ia memilih menghadapi setiap keputusan secara terbuka. Baginya, keberanian mengambil keputusan harus berjalan beriringan dengan kesiapan menerima hasil dan konsekuensi yang muncul setelahnya.*****

