MAENBALBANDUNG.COM, – PSGC Ciamis harus mengakhiri pertandingan pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil kurang memuaskan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (26/9/2026), Laskar Galuh takluk 0-2 dari Semen Padang FC.
Dua gol tim tamu masing-masing dicetak Ilija Spasojevic pada menit ke-15 dan Rahmat pada menit ke-87. Kekalahan ini menjadi hasil kedua PSGC pada tiga pertandingan awal kompetisi setelah sebelumnya kalah dari Persikad Depok dan meraih kemenangan atas Sumsel United.
Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut disaksikan 11.263 penonton. Dukungan publik Stadion Galuh belum cukup membawa PSGC mempertahankan tren positif setelah pada pertandingan kandang sebelumnya sukses mengalahkan Sumsel United 2-0.
PSGC Tertinggal Cepat
PSGC mencoba membangun permainan sejak awal pertandingan. Secara statistik, Laskar Galuh bahkan lebih dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 66 persen berbanding 34 persen milik Semen Padang.
Namun, dominasi penguasaan bola tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Semen Padang justru berhasil memanfaatkan peluang pada menit ke-15. Ilija Spasojevic membawa Kabau Sirah unggul 1-0 dan membuat PSGC harus mengejar ketertinggalan sejak babak pertama.
Tertinggal satu gol membuat PSGC terus berupaya mencari celah pertahanan lawan. Tim tuan rumah tercatat melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan Semen Padang yang menghasilkan 11 percobaan.
Meski demikian, efektivitas menjadi persoalan PSGC. Dari 17 tembakan tersebut, hanya dua yang mengarah tepat ke gawang.
Dominan Penguasaan Bola, tetapi Kesulitan Menciptakan Gol
Statistik pertandingan memperlihatkan PSGC sebenarnya memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan permainan.
Selain unggul penguasaan bola 66 persen, PSGC juga mencatat 356 umpan sukses dari total 442 percobaan. Laskar Galuh pun mendapatkan tujuh tendangan sudut, berbanding hanya satu milik Semen Padang.
Angka tersebut menunjukkan PSGC cukup aktif menguasai jalannya pertandingan dan mencoba membangun serangan dari berbagai sisi.
Namun, masalah muncul ketika serangan memasuki area pertahanan Semen Padang. Hanya dua tembakan PSGC yang tepat sasaran, sementara tim tamu mampu menghasilkan tiga tembakan on target dari 11 percobaan.
Situasi tersebut membuat tekanan PSGC belum menghasilkan gol penyeimbang hingga pertandingan memasuki fase akhir.
Semen Padang Mengunci Kemenangan di Menit Akhir
Ketika PSGC masih berusaha mencari gol penyama kedudukan, Semen Padang justru mampu memperlebar keunggulan pada menit ke-87.
Rahmat mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Semen Padang unggul 2-0.
Gol tersebut praktis membuat peluang PSGC untuk menghindari kekalahan semakin berat. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap bertahan 0-2 untuk kemenangan tim tamu.
Bagi PSGC, hasil ini menjadi catatan evaluasi penting. Terutama karena mereka mampu menguasai bola dan menciptakan lebih banyak percobaan, tetapi gagal memaksimalkan peluang menjadi gol.
Catatan Penting untuk PSGC
Kekalahan dari Semen Padang membuat PSGC harus kembali melakukan evaluasi setelah sebelumnya mendapatkan kemenangan perdana di Championship 2026/2027 ketika mengalahkan Sumsel United 2-0 pada 19 September lalu.
Pada pertandingan melawan Semen Padang, PSGC sebenarnya menunjukkan keberanian untuk memainkan bola dan mempertahankan penguasaan permainan. Laskar Galuh juga lebih produktif dalam jumlah tembakan serta mendapatkan lebih banyak sepak pojok.
Namun, efektivitas di depan gawang menjadi pembeda.
Semen Padang hanya membutuhkan 11 tembakan untuk menghasilkan dua gol, sementara PSGC melepaskan 17 tembakan tetapi tidak satu pun berbuah gol.
Selain itu, PSGC juga melakukan 10 tekel sukses dan mencatat 10 pelanggaran. Semen Padang sendiri mencatat 17 tekel sukses dan 18 pelanggaran. Kedua tim sama-sama tidak mendapatkan kartu merah, sedangkan PSGC menerima dua kartu kuning dan Semen Padang empat kartu kuning.
PSGC Harus Segera Bangkit
Kekalahan di kandang tentu menjadi pekerjaan rumah bagi PSGC, terlebih kompetisi masih panjang. Laskar Galuh masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi dan performanya pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Setelah menghadapi Semen Padang, PSGC dijadwalkan bertandang menghadapi Persiku Kudus pada 3 Oktober 2026 di Stadion Sultan Agung.
Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan berikutnya bagi PSGC untuk merespons kekalahan dari Semen Padang sekaligus memperbaiki catatan mereka di Pegadaian Championship 2026/2027.***

