MAENBAL BANDUNG – Persib Bandung akhirnya terbebas dari FIFA Registration Ban yang sempat kembali muncul pada 10 Agustus 2026. Larangan registrasi pemain tersebut kini resmi dicabut secara permanen setelah klub menyelesaikan kewajiban yang menjadi dasar perkara dengan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts.
Kepastian pencabutan sanksi tersebut tertuang dalam surat resmi FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859. Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima pembayaran sesuai dengan kewajiban yang tercantum dalam keputusan perkara.
Dengan ditutupnya perkara tersebut, FIFA juga menyatakan larangan Persib untuk mendaftarkan pemain baru terkait kasus tersebut telah dicabut secara permanen. FIFA selanjutnya meminta PSSI untuk segera mencabut larangan tersebut pada tingkat nasional.
Perkara yang menyebabkan Persib kembali masuk daftar FIFA Registration Ban merupakan kasus lama yang berkaitan dengan hubungan kontraktual pada 2022. Kasus tersebut diajukan oleh Robert Rene Alberts ketika masih menjadi bagian dari Persib.
Sebelumnya, pada 10 Agustus 2026, nama Persib kembali muncul dalam daftar FIFA Registration Ban. Kemunculan tersebut sempat menjadi perhatian karena terjadi ketika Maung Bandung tengah mempersiapkan skuad untuk menghadapi musim 2026/2027.
Namun, persoalan tersebut tidak berlangsung lama. Persib langsung mengambil langkah penyelesaian hingga akhirnya kewajiban pembayaran kepada Robert Rene Alberts dituntaskan dan FIFA secara resmi menutup perkara tersebut.
“Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku. FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen.”
Pencabutan permanen ini membuat Persib kembali dapat menjalankan aktivitas registrasi pemain tanpa hambatan yang berasal dari perkara tersebut. Kondisi ini menjadi kabar positif bagi Maung Bandung yang sebelumnya telah melakukan sejumlah perekrutan untuk memperkuat skuad musim 2026/2027.
Manajemen Persib menyebut penyelesaian perkara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab klub dalam memenuhi keputusan regulator. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga tata kelola klub tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Prinsip ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga profesionalisme dan tata kelola Persib.”
Setelah persoalan tersebut ditutup, perhatian Persib kini kembali diarahkan kepada persiapan menghadapi musim baru. Maung Bandung memiliki agenda kompetisi yang cukup padat pada musim 2026/2027, baik di level domestik maupun Asia.
“Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub diarahkan pada persiapan kompetisi, sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh.”
Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang tetap memberikan dukungan selama proses penyelesaian perkara berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bobotoh atas kepercayaan, dukungan, dan kesabarannya. Kami memahami bahwa setiap perkembangan mengenai Persib selalu menjadi perhatian. Karena itu, kami berkomitmen untuk menangani setiap kewajiban dan tantangan klub secara cepat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Dengan adanya surat FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 tersebut, persoalan Registration Ban yang berkaitan dengan perkara Robert Rene Alberts kini telah berakhir. Larangan registrasi pemain yang sebelumnya kembali tercantum terhadap Persib telah dicabut secara permanen.
Persib pun dapat melanjutkan persiapan musim 2026/2027 dengan lebih tenang. Klub menegaskan akan terus menjaga kepatuhan terhadap regulasi sekaligus memperkuat tata kelola agar persoalan serupa dapat ditangani secara profesional.
“Persib akan terus menjaga komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan tata kelola klub yang profesional. Bagi kami, memenuhi setiap kewajiban merupakan bagian dari tanggung jawab, sementara terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola merupakan bagian dari perjalanan Persib untuk menjadi klub yang semakin profesional dan berkelanjutan.”*****
